JAKARTA (Bisnis.com):Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh hari ini akan membahas pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, sekaligus mendengarkan laporan dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi Evita Herawati Legowo yang memimpin tim pembuat konsep.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, Menteri ESDM akan membicarakan konsep yang dibuat Ditjen Minyak dan Gas Bumi dengan beberapa nara sumber yang mewakili publik, sejumlah pakar, dan wakil rakyat untuk dikaji dan dimatangkan.
“Bu Dirjen [Evita] akan melaporkan dulu pada saya [konsep pembatasan konsumsi BBM bersubsidi]. Nanti kita akan membicarakan dengan beberapa nara sumber mewakili publik untuk terus kita uji, kita matangkan, termasuk dengan beberapa pakar maupun wakil rakyat,” kata Darwin di Istana Presiden, hari ini.
Darwin mengatakan Kementerian ESDM harus bergerak cepat untuk memfinalkan konsep pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, agar volume BBM subsidi tidak melebihi jatah yang telah ditetapkan pemerintah.
Ketika ditanyakan konsep konsumsi BBM bersubsidi, Darwin mengatakan belum mendapat gambaran lengkap. Namun, katanya, konsep dasarnya agar masyarakat yang mampu jangan membeli solar dan premium bersubsidi.
“Transportasi umum dan kendaraan roda dua itu berhak. Mobil mewah dengan CC besar, dia mampu beli, harga tak ada masalah. Kemudian untuk kegiatan konsumsi rumah tangga, tapi buat kepentingan produksi dan dunia usaha itu sudah barang tentu di luar konsep dasar,” kata Darwin.(er)
Dikutip dari milist ALI :Sungguh ironi memang Negara kita tercinta ini, seorang Menteri yang menguasai hampir 250 juta hajat hidup bangsa ini tidak mempunyai konsep mengenai pembatasan BBM subsidi ini, tapi kita tidak usah membahas ini lebih dalam, tetapi marilah kita semua mencoba untuk memprediksikan bentuknya ini nanti seperti apa, dan bagaimana impact nya kepada biaya distribusi barang - barang kita yang sebentar lagi memasuki masa peak seasonnya Indul Fitri.
Analisa saya akan hal ini adalah :
- Pemerintah yang paling cepat adalah melakukan pembatasan untuk angkutan laut atau kapal yang konsumsi BBMnya sangat besar, dan impactnya, kita harus siap-siap akan adanya kenaikan biaya lokal freight untuk semua tujuan, baik yang menggunakan container base maupun yang curah/LCL. Besarannya mungkin antara 15% - 25%, tergantung jarak yang akan ditempuh, tetapi mungkin juga bisa lebih rendah dari itu.
- Angkutan barang atau general cargo yang masih menggunakan plat hitam, yang akan dilakukan pembatasan penggunaan BBM Solar subsidinya.
- Angkutan cargo dengan Kereta API, yang walaupun kecil untuk general cargo, tetapi menjadi yang dominan untuk currier atau paket kilat yang akan memberikan imbas kepada kenaikan tarif per KG atau M3nya.
- Angkutan penyeberangkan disemua rute juga akan menaikkan biaya jasanya yang imbasnya juga kepada kenaikan biaya transport khusunya dari pulau jawa ke Sumatera, bali dll.
Yang harus diperhatikan oleh kita semua adalah terjadianya dead lock atau nego untuk kenaikan rate/tarif yang sudah sangat mendesak antara prisiple dan vendor yang akan bisa menghambat proses distribusi barang - barang itu ke customer tepat pada waktunya.
Beberapa analisa saya diawal tahun terutama untuk kenaikan tarif TDL, TOL dll, sudah direalisasikan oleh Pemerintah kita. Untuk Pembatasan BBM Subsidi ini, menurut saya akan tinggal menunggu waktu, mungkin 1 minggu atau 1 bulan Maximal yang harus dipersiapkan oleh rekan-rekan semua.
Pembatasan BBM yang menjadi wacana hangat selama beberapa waktu ini sepertinya akan menjadi sumber dari krisis baru. Tetapi bisa juga menjadi tonggak penting keadilan dalam bermasyarakat. Yang menjadi tanda tanya besar adalah, mampukah pemerintah melaksanakannya dengan baik?
Sudah menjadi rahasia umum, antara bbm subsidi dan non subsidi saja masih banyak terjadi penyalahgunaan. Bisa jadi dengan pembatasan BBM tersebut justru akan semakin memperbesar tingkat penyalahgunaan. Bisa saja orang-orang berduit membeli bbm subsidi secara gelap. Belum lagi kendala penegakan hukum yang (sepertinya) makin amburadul lagi seperti keberadaan
Rekening Gendut Perwira. Sepertinya pembatasan bbm ini hanya akal-akalan dengan alasan menghemat uang negara, tetapi sebetulnya justru dengan adanya uang negara yang semakin banyak maka kesempatan untuk ngemplang duit tersebut juga mangkin besar. Tilik saja aturan tilang baru yang diterapkan, kemana larinya duit tilang tersebut? Dan yang dimaksud tilang apakah tilang resmi ataukah tilang tidak resmi yang dilakukan para oknum yang mengatasnamakan
aturan tilang baru?