RX420 dan CN235 Karya Anak Bangsa
p3durungan
|
Saturday, July 18, 2009
|
1 comment

Peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan cari masalah di Ambalat yakni Malaysia. Roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Daya jelajahnya minimal100 km, bahkan bisa mencapai 190 km jika dilakukan modifikasi pada struktur roket yang bisa dibuat lebih ringan. Rocke RX-420 Lapan ini merupakan hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia termasuk pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, bahkan software juga buatan anak bangsa. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Budget anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” semilyar.
Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member “Asian Satellite Club” bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran. Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia.

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama menyadari kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
Nah yang jadi masalah, jika Anak Bangsa bisa menghasilkan karya yang sedemikian berkelas dan bermutu mengapa TNI masih saja membeli roket ataupun pesawat dari luar negeri, bahkan beli bekas?
Filed Under: Indonesia , Tech Gadget












artikel yang memberikan inspirasi utk terus berkarya..thanks